Gupoh merupakan suatu kata yang berasal dari bahasa Jawa yang artinya tergesa-gesa, gupoh itu membingungkan diri sendiri sekaligus orang lain karena suasana yang awalnya biasah tiba-tiba akan menjadi kacau.
Aku biasanya disebut tukang Gupoh karena ketika ada sesuatu yang tiba-tiba aku dengar lalu aku merasakannya , ya aku merasakan getaran dari telinga lanjut ke saraf-saraf otak. Ternyata otakku merespon begitu cepat, dag dig dug jantung. Tanpa pikir panjang fisik ini berjalan kian kemari sembari memikirkan apa yang terjadi selanjutnya, dan akhirnya suasana berubah menjadi kacau, pemikiran menjadi pendek, keputusan pun belum matang, ambil jalan pintas dan akhirnya suasana hiruk pikuk, seseorang yang disamping ikut teriak. Wow menjadikan suasana jadi tegang. Akhirnya sebagian penyesalanpun datang, orang-orang yang berada disampingmu sebagian menyalahkannmu karena mereka ikut kebingungan dengan adanya gupoh, ada yang biasah saja karena mereka sudah terbiasa dan ada yang benar-benar terganggu.
Aku biasanya disebut tukang Gupoh karena ketika ada sesuatu yang tiba-tiba aku dengar lalu aku merasakannya , ya aku merasakan getaran dari telinga lanjut ke saraf-saraf otak. Ternyata otakku merespon begitu cepat, dag dig dug jantung. Tanpa pikir panjang fisik ini berjalan kian kemari sembari memikirkan apa yang terjadi selanjutnya, dan akhirnya suasana berubah menjadi kacau, pemikiran menjadi pendek, keputusan pun belum matang, ambil jalan pintas dan akhirnya suasana hiruk pikuk, seseorang yang disamping ikut teriak. Wow menjadikan suasana jadi tegang. Akhirnya sebagian penyesalanpun datang, orang-orang yang berada disampingmu sebagian menyalahkannmu karena mereka ikut kebingungan dengan adanya gupoh, ada yang biasah saja karena mereka sudah terbiasa dan ada yang benar-benar terganggu.
Baiklah, itu mungkin cukup membuatmu tenang ketika semuanya yang kamu lakukan sudah terlaksanakan, bahkan ketika hasilnya baik dan benar kamu akan bangga dan menyebut dirimu sebagai orang yang disiplin, profesional, dan lain sebagainya. Karena kamu lah yang tercepat menyelesaikannya dari pada mereka yang hanya duduk diam merenungi segala sesuatu yang memang benar-benar pantas mereka putuskan untuk menyelesaikannya. Namun, ketika berbalik arah.. Bagaiamana???? Semuanya yang kamu putuskan dengan pemikiran pendek ternyata tidak sesuai, yes.. Sesal pastinya, tapi tak mengapa kamu memaafkan dirimu sendiri dan menjadi evaluasi. Akan tetapi sering sekali kamu mengulanginya lagi.. Ah.. Sudahlah itu sebuah makanan yang basi. Cukup evaluasi, catat dan kerjakan.
Komentar
Posting Komentar